Gunung Salak mempunyai beberapa
puncak, puncak tertinggi pada Gunung Salak, yang disebut Salak I, memiliki
ketinggian 2211 m dpl (diatas permukaan laut), lalu, ada pula Gunung Salak
kedua, atau biasa disebut Salak II, dengan ketinggian 2180 m dpl, serta
terakhir puncak Sumbul, yang memiliki ketinggian 1926 m dpl.
Kamis kemarin (17 Mei 2012) adalah hari kesembilan dilaksanakan
operasi SAR atau proses evakuasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di
Gunung Salak. Kebetulan juga long weekend, maka ketika ada ajakan untuk
ikut ke JOURNAList CENTER, Disaster Management Center di Cijeruk Sukabumi, langsung saya ok-kan.
Begitu memasuki kawasan itu, wah…ternyata berbagai tenda
dengan segala ukuran, warna dan jenisnya sudah begitu rapi tertata. Semua nampak
bersatu, siap bahu membahu melakukan
apapun yang bisa dilakukan guna menolong para korban juga relawan yang membantu
mengevakuasi korban. Ada posko logistik,
posko dapur umum juga (yang saya baru tahu) ada posko sterilisasi, dimana seluruh anggota tim SAR
dan relawan yang baru turun dari mengevakuasi korban, harus langsung disterilisasi menggunakan cairan disinfektan dan air
bersih, bukan itu saja, kalau dirasa perlu, mereka perlu disuntik dengan anti
tetanus oleh tim medis.
Tercatat, hingga Kamis (17/5/2012) kemarin, jumlah relawan yang bergabung dengan tim pencarian dan evakuasi mencapai 2.063 orang. Mereka datang dari berbagai kalangan, mulai dari anggota TNI baik AD, AL, maupun AU dengan kesatuan terbaiknya masing-masing seperti Kopasus, Marinir, dan Paskhas. Juga ditambah personel dari komando kewilayahan, seperti Korem dan Kodim hingga Koramil. Juga berbagai elemen masyarakat seperti dari PMI, komunitas pencinta alam (ketemu dengan komunitas Wanadri… mantaap, begitu dedicated banget…..) termasuk dari kalangan mahasiswa, juga DMC Dompet Dhuafa yang membawa saya kali itu, semua kerasa sekali tulus banget!! Ditambah lagi berbagai stasiun televisi yang tak lelah meng-update berita buat para pemirsanya. Keletihan disiang hari harus ditambah dengan hawa dingin yang begitu menusuk dimaklam hari... bener-bener belajar banyak dari mereka!! Thx guys....
Kebersamaan, kesatuan dan persatuan terasa sekali di bawah
kaki gunung salak ini.
Sebagai penutup, kesimpulan dari Cijeruk kali itu, musibah ternyata bisa sedemikian kuat menyatukan kita semua. Ketika sebagian dari kita di dera derita, semua elemen masyarakat langsung bersatu, bahu-membahu memberikan
pertolongan. Tidak ada pembedaan golongan,
suku, juga agama. Semua bersatu untuk bisa menolong dengan apapun yang bisa
kita perbuat.
Kenapa ya harus terlebih dulu menunggu musibah untuk
menyatukan bangsa ini? Bukankah akan
lebih indah jika sebagai sebuah bangsa kita bisa bersatu membangun negeri dan
hidup damai tanpa adanya pertikaian dan kekerasan…. Dan tanpa diawali dengan jatuhnya
korban jiwa terlebih dahulu….
2 comments:
wowww... hebat2 jadi relawan sukhoi...
tapi kgk ngajak2... :D
Post a Comment