Monday, January 29, 2007

Kartinian di Pekalongan


Terima Kasih Ibu Kartini

Aku senang sekali ketika membaca Anak Kompas 27 Maret 2005 tentang internet.
Aku jadi teringat waktu aku tinggal di Bangkok, Thailand. Di sana aku tinggal dengan anak-anak dari banyak bangsa dan negara. AdBlessing dari Nigeria, Sarah dari France, Bui dari Viatnam, Sumber dari Mongolia, Anti dari Finland, Situmini dari Srilangka juga Vagisha dari India (lihat foto) dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan internet sekarang ini aku masih dapat berhubungan dengan mereka meskipun kini aku tinggal di desa kecil bernama Kedungwuni di Pekalongan.

Sekarang bulan April, kata mama biasanya pada tanggal 21 SD-SD di Indonesia ramai memperingati Hari kartini, seorang pahlawan perempuan yang terkenal karena sering bersurat-suratan dengan teman-temannya di Belanda. Lalu aku bertanya pada mama, kalau dulu Kartini surat-suratan bisa jadi pahlawan, sekarang kalau aku ber-e-mail-an dengan teman-teman dari banyak negara bisa engga seperti Ibu Kartini?

Mama kemudian menunjukan tiga buku tentang RA Kartini, yang covernya ada lukisan Kartini , perempuan dengan rambut digelung ke belakang, seperti nenekku di Banjarmasin. Ayah lalu menceritakan padaku tentang Kartini dan mengapa Kartini become very popular, sampai lagunya selalu dinyanyikan di sekolahku sampai sekarang.

Wah ternyata Kartini itu seorang perempuan yang ingin agar anak-anak perempuan di zaman dulu boleh sekolah, seperti anak laki-laki. Kartini senang berteman dengan banyak orang, belajar banyak bahasa asing dan membaca banyak buku biar perempuan bisa pintar. Cool…… Hebat…dengan contoh-contoh yang Ibu Kartini berikan, aku ingin bisa menjadi perempuan yang hebat.

Di Bangkok aku sering bermain dengan teman-teman lelaki, Doosan, Anti, Poem, Frans juga yang lain. Asyik! Tapi di sini, kalau aku bermain dengan teman lelaki sering diejekin pacar-pacaran. Anak perempuan hanya bermain dengan anak perempuan dan anak laki-laki bermainnya dengan sesama anak laki-laki.

Mendengar cerita mama tentang Ibu Kartini, sekarang ini aku ingin di sekolahku anak laki-laki dan perempuan bisa bermain bersama. Karena teman-teman di sini pun sama baik dan hebatnya dengan teman-teman di Bangkok. Apalagi aku sudah dipilih menjadi ketua regu di Pramuka. Aku harus bisa.

(dimuat di Kompas Minggu, 17 April 2005)

No comments: