Tuesday, August 25, 2009

Thanks God, I Won



Dedicated to my English teacher, Mam. Alder and Mrs.Wastio

Sunday, March 22, 2009

I am proud of my school


Smart Inside, Happy Outside
(The Jakarta Post, Minggu 22 Maret 2009)


People spend a lot of time indoors every day. We spend about six hours in the classroom, after which we spend all our time at home - eating, playing, sleeping, and of course, staring at our computer monitors!

When do we take the time to enjoy the outdoors?

Getting out of doors can improve one’s health. The fresh air cleanses our lungs. We can begin to breathe more deeply, which in turn brings more oxygen to our cells. The increased oxygen produces more energy to do the things we need to do. More oxygen also brings greater clarity to the brain!

Thus we need fresh air. But wouldn’t you agree with me that the air around us is polluted? Among other things, it contains chemicals produced by cars, factories, malls, and also from many schools with their air conditioning.

Despite everything, believe it or not, I found fresh air in my school.

I study in a beautiful school - SMPN 103. Other schools may boast of tall buildings. Mine is surrounded by trees, various kinds of flowers, and a fish pond. We even have a coop of white chickens and small birds! The school has been built on the original land, and not on a cemented surface. So that is an aid in anti-flooding too.

We have taken our own steps to reduce global warming. When we are in the classroom, we study with the windows open. During recess, we play outside. Without air conditioning in our school, we let fresh air work its magic on us. We can chit-chat with the animals and plants around us. Now that’s what I call “smart inside, happy outside”. I am proud of my school.

We can freely take a deep breath of fresh air because the air around us is an essential ingredient to all life and our health.

Saturday, October 18, 2008

Bicara tentang lingkungan....


(dimintai komentar, Andai aku jadi anggota Geng Go Green
untuk menyelamatkan lingkungan aku akan….)

…menambah satu tanaman di depan rumah. Aku pikir kalau tiap rumah menambah satu tanaman atau lebih, lingkungan kita akan lebih baik

(Dimuat di Majalah Kreatif No 10/2008)

Sunday, August 3, 2008

Blog-ku jadi dikenal


surat anak
Fungsi "Blog" Buatku

Senang sekali membaca Kompas Anak 29 Juni 2008 yang membahas tentang blog dan blogger. Aku mau sedikit menambahkan, selain sebagai buku harian online, blog bisa juga dipakai untuk mencatat prestasi kita. Seperti blog-ku, kubuat untuk mengkliping semua tulisan yang pernah dimuat di berbagai koran dan majalah. Blog-ku juga sebagai arsip untuk menyimpan catatan prestasiku dari TK hingga sekarang.

Aku baru saja masuk SMP. Buat kenang-kenangan teman SD aku membuat pembatas buku yang berisi alamat blog-ku sehingga walau kami tidak satu sekolah, kami tetap saling berhubungan. Inilah salah satu fungsi blog buatku.

(dimuat di Kompas Minggu, 3 Agustus 2008)

Sunday, September 9, 2007

Dikejar kambing

Ssst Diary,

Suatu saat aku dan sahabatku pulang bersama dari tempat les. Sahabatku bernama Nur Fauziah. Sebenarnya kami ingin melewati jalan umum. Akan tetapi di sana penuh dengan asap kendaraan. Jadi kita putuskan untuk melewati kebun.

Di kebun itu kami senang sekali karena bisa melihat wilayah asri tanpa polusi. Tiba-tiba Nur Fauziah berlari ketakutan. Katanya ada kambing yang sering mengejar orang. Aku cuek saja. Lalu kambing itu berjalan melewatiku. Selama kambing itu berjalan, aku selalu meliriknya. Lama-lama wajah kambing itu seperti marah. Akhirnya akupun dikejarnya.
Banyak orang yang kaget dan tertawa. Untungnya pemilik kambing datang. Sampai sekarang, aku tidak takut dengan kambing itu hanya lebih berhati-hati kalau melewati kebun itu.

Dimuat di Oki Nirmala No. 28, Terbit 4 Desember 2006

Cadel from the brightside


R-nya Dani

Aku punya teman bernama Dani. Orangnya lincah, suka mencubit-cubit dan yang paling menakubkan dia punya bakat yang sangat menonjol, tidak bisa mengatakan huruf r. Dia seorang cadel. Kadang dia diejek karena kurang jelas saat mengatakan huruf r, tetapi menurut ku, dia bukan cadel biasa. Dia cadel yang berbakat berbahasa Perancis.

Selain berbakat berbahasa Perancis, Dani sepertinya cocok tinggal di negeri itu. Lihat saja menu makan bekal sekolahnya. Dia sering berbekal makanan ala Eropa; ada sandwich isi telor dan mayonais. Lalapnya juga gaya Eropa yaitu brokoli, tomat ldan steak sapi yang diolesi mayonais. Beda dengan menu makananku dan menu teman yang lain.

Sayang, sekarang dia seperti sedang berusaha menghilangkan bakatnya! Ia terus mencoba dan mencoba bicara r. Tak ada kata putus asa buatnya. Banyak yang ia lakukan, seperti belajar menguncapkan huruf r dalam lagu soundtrack cartoon Catdog.

Sekarang Dani sudah bisa sedikit menguncapkan huruf r ala Indonesia. Aku jadi kehilangan Dani yang Perancis.Its OK, Dani ….


( dimuat di Kompas Minggu, 3 Desember 2006)